Menurunkan Durasi Perbaikan Dosimat Feeder Dari 16 Jam Menjadi 3 Jam

Spread the love

MENURUNKAN DURASI PERBAIKAN DOSIMAT FEEDER DARI 16 JAM MENJADI 3 JAM
DENGAN RE-DESIGN HOUSING BEARING SPROCKET DAN GANTUNGAN FEEDER SELAMA 8
(DELAPAN) BULAN
TIM MEKANIK BERDASI
PT SEMEN TONASA
INDONESIA
ABSTRAK

Raw Mill Tonasa IV ditargetkan untuk memproduksi sebesar 368.060 ton/bulan yang terdiri dari 2(dua) unit Raw Mill yaitu 411 dan 412, sehingga kehandalan dan kestabilan setiap peralatan sangat penting untuk menjaga produksi. Dosimat Feeder merupakan salah satu alat penunjang operasi Raw Mill yang berfungsi sebagai alat pengumpan material ke dalam Raw Mill.

Adapun masalah yang sering terjadi pada dosimat feeder yaitu kerusakan pada bearing Tail Sprocket Tension sehingga mengganggu pembacaan kualitas output feeder. Durasi pergantian bearing 16 jam karena banyaknya tahapan pekerjaan dan Pergantian bearing Dikerjakan pada saat PMC dengan catatan isi level silo raw meal harus diatas 90%.

Selain itu ada dua potensi kecelakaan kerja yang sulit dan membahayakan pada saat penggantian bearing sprocket dengan kondisi yang tidak aman dan area yang sempit personil harus masuk kedalam feeder untuk melepas baut lamella dan begitupun pada saat pemasangan untuk pengencangan baut lamella.

Pada saat inspeksi dan pelumasan, posisi bearing berada di dalam sprocket sehingga untuk melakukan pelumasan dalam kondisi beroperasi sangat tidak bisa dilakukan karena risiko tangan terjepit di sprocket. Untuk mengatasi masalah tersebut, Tim QCC Mekanik Berdasi melakukan perbaikan untuk Menurunkan Durasi Perbaikan Tension Sprocket Dosimat Feeder di Raw Mill Tonasa 4 dengan “Redesain Housing Bearing Sprocket Tension” untuk mempermudah proses pergantian bearing.

ABSTRACT

Raw Mill Tonasa IV is targeted to produce 368,060 tons/month consisting of 2 (two) Raw Mill units, namely 411 and 412, so the reliability and stability of each equipment is very important to maintain production. Dosimat Feeder is one of the supporting tools for Raw Mill operations that functions as a material feeder into the Raw Mill.

The problem that often occurs in the dosimat feeder is damage to the Tail Sprocket Tension bearing so that it interferes with reading the quality of the feeder output. The duration of bearing change is 16 hours due to the many stages of work and bearing change. Done during PMC with a note that the content of the raw meal silo level must be above 90% In addition, there are two potential work accidents that are difficult and dangerous when replacing bearing sprockets with unsafe conditions and a narrow area, personnel must enter the feeder to remove the lamella bolts and also during installation for tightening the lamella bolts.

During inspection and lubrication, the bearing position is inside the sprocket so that it is impossible to carry out lubrication in operating conditions because of the risk of getting your hands caught in the sprocket. To overcome
this problem, the Tie Mechanic QCC Team made repairs to reduce the duration of the Dosimat Feeder
Tension Sprocket Repair at Tonasa 4 Raw Mill with “Redesign of the Tension Sprocket Bearing Housing”
to simplify the bearing replacement process.

PENDAHULUAN:

Semen Indonesia Group (SIG) merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang bisnis semen yang menaungi beberapa perusahaan seperti PT Semen Gresik, PT Semen Padang, PT Semen Tonasa, PT Semen Kupang Indonesia, PT Semen Indonesia Aceh, Thang Long Cement Vietnam.

Salah satu anak perusahaan dari SIG yakni PT. Semen Tonasa merupakan produsen semen terbesar bagian Indonesia timur dengan kapasitas produksi semen mencapai 5,98 juta ton per tahun. Di era globalisasi persaingan industri semen yang semakin ketat dimana bertambahnya pelaku usaha semen dipasar semen terutama di Indonesia bagian timur. Untuk menghadapi kondisi tersebut, PT. Semen Tonasa terus berbenah disegala lini melalui berbagai inovasi produk, proses, teknologi dan digital untuk meningkatkan daya saing di market Indonesia terutama dibagian timur.

Untuk mendukung pekrkembangan inovasi, PT. Semen Tonasa rutin mengadakan Konvensi Mutu Semen Tonasa (KMST) dengan berbagai kategori diantaranya Gugus Kendali Mutu (GKM), Proyek Kendali Mutu (PKM), Manajemen inovasi semen indonesia (MI-SI), Breakthrough Innovation (BI), 5R dan Sistim Saran (SS)

Mekanik Berdasi adalah salah satu tim yang mengikuti ajang KMST 2022 kategori Breakthrough Innovation (BI) dengan predikat Juara 1 dengan judul Menurunkan Durasi Perbaikan Tension Sprocket Dosimat Feeder di Raw Mill Tonasa 4 Dengan Re-Desain Housing Bearing Sprocket Tension.

Lokasi improvement berada di Dosimat Feeder yang merupakan salah satu alat penunjang operasi Raw Mill yang berfungsi sebagai alat pengumpang material kedalam Raw Mill untuk selanjutnya dilakukan proses penggilingan hingga membentuk partiket debu yang disebut sebagai Raw Meal dengan kapasitas produksi 340 ton/jam untuk 1 unit raw mill.

METODE INOVASI

Fokus improvement pada makalah inovasi ini berada pada tension Dosimat Feeder, melakukan analisis terhadap masalah dengan metode PQCDSME (Produktivity, Quality, Cost, Delivery, Safety, Morale dan Environment.

HASIL DAN PEMBAHASAN

tns

Adapun masalah yang sering terjadi pada tension dosimat feeder yaitu kerusakan pada bearing tail disebabkan tidak terjadwalnya pelumasan bearing karena posisi nipple pelumasan berada di sprocket yang ikut terputar sehingga jika dilakukan pelumasan dan kondisi operasi maka tingkat resiko kecelakaan kerja (tangan terjepit) sangat tinggi. Kerusakan bearing pada sprocket tension ini tercatat sebanyak 2 kali pada tahun 2020 yang mengakibatkan bertambahnya biaya pemeliharaan dan loss produksi 16 jam selama proses penggantian bearing dengan tenaga kerja minimal 5 orang, sementara tingkat kecelakaan kerja tinggi pada saat proses penggantian bearing karena harus
masuk kedalam feeder untuk melepas dan memasang baut lamela,

TNS2

TNS3

Dari permasalahan tersebut Tim Mekanik Berdasi telah sepakat menetapkan solusi terbaik dengan merubah sistem penggantian bearing dengan memasang bearing posisi diluar dicasing/diframe dosimat feeder.

TNS4

Setalah dilakukan re-desain housing bearing maka proses pelumasan dapat terjadwal dan bisa dilakukan pada saat dosimat feeder operasi dengan tenaga kerja 1 orang dan potensi kecelakaan kerja sudah rendah karena
dilakukan dari luar (Gambar.6).

TNS5

Proses pengantian bearing telah dilakukan simulasi dan dapat dikerjakan selama 2 jam dengan tenaga kerja dua orang sehingga loss produksi dan biaya pemeliharaan dapat ditekan.

KESIMPULAN

Inovasi ini sangat berdampak pada kestabilan operasional Raw Mill Tonasa 4 karena potensi kerusakan bearing dapat diminimalisir dengan melakukan re-desain housing bearing sehingga pelumasan dapat dilakukan terjadwal dan apabila terjadi kerusakan maka proses penggantian bearing dapat dilakukan dengan waktu yang efisien sehingga loss produksi dan biaya pemeliharaan dapat ditekan, dan dengan adanya inovasi ini Tim Mekanik Berdasi juga mampu berkontribusi untuk menghilangkan kondisi tidak aman (KTA) pada saat bekerja yang sesuai dengan tagline manajemen SIG yakni “safety is our prority”.